halo semua, ini
postingan pertama saya lohh :3maaf kalo masih agak kaku hehe
sesuai dengan topic diatas
Pernahkah kita memperhatikan bahwa rumah-rumah penduduk di Jawa,
terutama yang berada dalam wilayah kerajaan Surakarta pada umumnya berlantaikan
tanah jarang yang berjobin?,
Usut punya usut ternyata untuk urusan lantai memang kerajaan
memberlakukan kebijakan diskriminatif kepada masyarakat yaitu pemerintah
kerajaan Surakarta melarang masyarakat kelas bawah memiliki rumah dengan lantai
jobin.
Hal ini terungkap dalam Surat Laporan Sasradiningrat kepada
Residen Surakarta 14 Agustus 1837 yang berbunyi:
"Pembangunan kamar-kamar loji ageng menjelang selesai,
tetapi batu jobin (tegel) kurang 8.300 biji, maka supaya segera disediakan.
Sasradiningrat segera memesan ke daerah Klaten, sebab jika tidak pesan tidak
ada yang membuat. karena orang-orang kalangan bawah dilarang mempunyai rumah
dengan lantai jobin.
Kemudian dikirimkan 2 biji jobin sebagai contoh, bila setuju,
orang Jeta segera membuatnya, Dengan catatan pengirimannya secara berangsur, mulai
dari 100 biji sampai 1.000 biji sekali pengiriman."
Jadi tidak mengherankan bila rumah yang bertegel jobin atau
keramik dan tembok milik para priyayi dan warga asing....
Jaman penjajahan3,5 abad Belanda memberikan politik memecah belah 'devide et impera' masyarakat menjadi bangsa eropa yang berkulit putih, bangsa asia timur yang berkulit kuning, dan bangsa bumiputera yang berkulit sawo matang agar tidak ada perstauan dan kesatuan yang dapat melawan kekuasaan penjajah.
Penjajah menjadikan mental rakyat Indonesia terpuruk tanpa
harga, di tempat-tempat umum yang dimiliki oleh kaum penjajah kulit putih
tersebut selalu terdapat tulisan 'dilarang membawa masuk anjing dan bumiputera'
Apakah masih ada mental pemerintahan seperti
itu di masa kini ? Pembedaan perlakuan di hadapan hukum dan pembedaan pejabat
dan rakyat atau si kaya dan si miskin? Artinya, saat ini bangsa Indonesia
sedang dijajah oleh bangsanya sendiri. Oleh sebab itu maka kita sebagai
kalangan muda harus lebih reponsif terhadap perubahan, prinsip, dan pilihan. Agar
bangsa kita tidak terjajah oleh bangsanya sendiri.
No comments:
Post a Comment