Sunday, 7 September 2014

Tau Gak Sih? Bangsa Indonesia Terjajah Oleh Bangsanya Sendiri

halo semua, ini postingan pertama saya lohh :3
maaf kalo masih agak kaku hehe

sesuai dengan topic diatas

Pernahkah kita memperhatikan bahwa rumah-rumah penduduk di Jawa, terutama yang berada dalam wilayah kerajaan Surakarta pada umumnya berlantaikan tanah jarang yang berjobin?,
Usut punya usut ternyata untuk urusan lantai memang kerajaan memberlakukan kebijakan diskriminatif kepada masyarakat yaitu pemerintah kerajaan Surakarta melarang masyarakat kelas bawah memiliki rumah dengan lantai jobin.
Hal ini terungkap dalam Surat Laporan Sasradiningrat kepada Residen Surakarta 14 Agustus 1837 yang berbunyi:
"Pembangunan kamar-kamar loji ageng menjelang selesai, tetapi batu jobin (tegel) kurang 8.300 biji, maka supaya segera disediakan. Sasradiningrat segera memesan ke daerah Klaten, sebab jika tidak pesan tidak ada yang membuat. karena orang-orang kalangan bawah dilarang mempunyai rumah dengan lantai jobin.
Kemudian dikirimkan 2 biji jobin sebagai contoh, bila setuju, orang Jeta segera membuatnya, Dengan catatan pengirimannya secara berangsur, mulai dari 100 biji sampai 1.000 biji sekali pengiriman."
Jadi tidak mengherankan bila rumah yang bertegel jobin atau keramik dan tembok milik para priyayi dan warga asing....

Jaman penjajahan3,5 abad Belanda memberikan politik memecah belah 'devide et impera' masyarakat menjadi bangsa eropa yang berkulit putih, bangsa asia timur yang berkulit kuning, dan bangsa bumiputera yang berkulit sawo matang agar tidak ada perstauan dan kesatuan yang dapat melawan kekuasaan penjajah.
Penjajah menjadikan mental rakyat Indonesia terpuruk tanpa harga, di tempat-tempat umum yang dimiliki oleh kaum penjajah kulit putih tersebut selalu terdapat tulisan 'dilarang membawa masuk anjing dan bumiputera'
Apakah masih ada mental pemerintahan seperti itu di masa kini ? Pembedaan perlakuan di hadapan hukum dan pembedaan pejabat dan rakyat atau si kaya dan si miskin? Artinya, saat ini bangsa Indonesia sedang dijajah oleh bangsanya sendiri. Oleh sebab itu maka kita sebagai kalangan muda harus lebih reponsif terhadap perubahan, prinsip, dan pilihan. Agar bangsa kita tidak terjajah oleh bangsanya sendiri.

No comments:

Post a Comment