Wednesday, 21 March 2018

ANALISA VISI & MISI MENGGUNAKAN SMART

Hallo semua

Kali ini saya ingin menulis tentang visi & misi dari tiga perusahaan atau organisasi khususnya yang berada di Indonesia. Dakam penulisan ini, bertujuan untuk tugas mata kuliah Psikologi Bisnis III di Fakultas Psikologi Universitas Pancasila. Pada postingan kali ini saya ingin menganalisa visi dan misi dari perusahaan atau organisasi dengan menggunakan analisis  SMART oleh George T. Doran (1981) yang dimana menjadi salah satu kriteria suatu perusahaan atau organisasi dalam menentukan visi dan misi yang efektif bagi perusahaan atapun organisasi itu sendiri.

Visi dan Misi  PT. POS INDONESIA

Visi :
  • Menjadi raksasa logistik dari Timur

Misi : 
  • Berperan penting sebagai aset yang berguna bagi bangsa dan negara
  • Menciptakan tempat berkarya yang menyenangkan guna berkontribusi secara maksimal
  • Menyediakan layanan prima yang menjadi pilihan pertama bagi para pelanggan
  • Senantiasa berjuang untuk memberi yang lebih baik bagi stakeholders utama
       
Analisis SMART :
  • Specific : Tujuan dari visi dan misi tersebut sudah jelas dan spesifik. Sehingga dalam prosesnya mudah dipahami dan dapat menjadi acuan untuk tujuan perusahaan
  • Measurable : Visi misi yang disampaikan sudah cukup kuat dan dapat diukur dengan pencapaian dari pelayanan dan kinerja pegawai itu sendiri tiap tahunnya.
  • Achievable : Pada visi misi bisa dicapai oleh para karyawan sehingga dapat berperan penting pada pencapaian visi misi
  • Reasonable : Visi misi sudah cukup masuk akal dalam memberikan pelayan yang terbaik di Indonesia bahkan pengiriman luar negeri
  • Time : Tidak ada batas waktu yang ditetapkan. Namun tersebarnya kantor pos diseluruh pelosok Indonesia. Menjadikan POS satu-satunya pelayanan nomer satu di Indonesia

Visi dan  Misi Astra International


Visi
  • Menjadi salah satu perusahaan dengan pengelolaan terbaik di Asia Pasifik dengan penekanan pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan pembangunan kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia, struktur keuangan yang solid, kepuasaan pelanggan dan efesiensi.
  • Menjadi perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial serta ramah lingkungan.
Misi
  • Sejahtera bersama dengan memberikan nilai terbaik kepada stakeholder kami.

Analisis SMART :
  • Specific : Tujuan dari visi misi tersebut sudah jelas dan spesifik. Sehingga dalam prosesnya perusahaan dapat mengembangkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan pembangunan kompetensi.
  • Measurable : Pada visi misi tersebut dapat diperhitungkan pencapaiannya. Bagaimana perusahaan memberikan pelayanan pada pertumbuhan dan pembangunan, serta tanggung jawab yang memadai
  • Achievable : Pencapaian pada visi misi perusahaan, sudah dapat dicapai oleh perusahaan. Dengan banyaknya penghargaan yang sudah didapat pada PT Astra International
  • Reasonable : Alasan dari tujuan visi misi tersebut sudah cukup memadai. Dari faktor sumber daya manusia, struktur keuangan yang solid, kepuasaan pelanggan dan efesiensi serta tanggung jawab perusahaan.
  • Time : Visi misi yang sudah ditetapkan dapat berjalan sepanjang waktu 

Visi dan Misi Air Asia

Visi
  • Menjadi maskapai penerbangan berbiaya hemat di Asia dan melayani 3 juta orang yang sekarang dilayani dengan konektivitas yang kurang baik dan tarif yang mahal.

Misi
  • Menjadi perusahaan terbaik untuk bekerja, di mana para karyawan dianggap sebagai anggota keluarga besar
  • Menciptakan brand ASEAN yang diakui secara global
  • Mencapai tarif terhemat sehingga semua orang bisa terbang dengan AirAsia
  • Mempertahankan produk berkualitas tinggi, menggunakan teknologi untuk mengurangi pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan

Analisis SMART :
  • Specific : Tujuan dari visi misi perusahaan sudah cukup baik. Karena mencangkup pelayanan yang diberikan pada pelanggan serta struktur karyawan yang berbasis keluarga besar.
  • Measurable : Visi misi yang dibuat dapat diukur pada prosesnya. Sehingga dapat diperhitungkan menjadi maskapai andalan di ASEAN.
  • Achievable :  Visi misi perusahaan, sudah dapat dicapai oleh perusahaan. Dari tarif yang murah, pelayanan yang memadai, serta karyawan yang bekerja.
  • Reasonable : Alasan dari tujuan visi misi tersebut sudah cukup memadai. Menjadi maskapai murah, pelayanan memadai.
  • Time : Visi misi yang sudah ditetapkan dapat berjalan sepanjang waktu

Monday, 25 April 2016

Diagnostik II

Hallo apa kabar? heheh
Kali ini saya akan membahas lagi tentang Psikodiagnostik..

Kebetulan ini adalah tugas juga dari dosen saya :)

Tes Intelegensi
Adalah tes untuk mengetahui sejauh mana kemampuan umum seseorang untuk memperkirakan apakah suatu pendidikan atau pelatihan tertentu dapat diberikan kepadanya. Nilai tes intelegensi seringkali dikaitkan dengan umur dan menghasilkan IQ untuk mengetahui bagaimana kedudukan relative orang yang tersebut dengan kelompok orang sebayanya.

Beberapa bentuk tes inteligeni antara lain:
1.       Tes inteligensi pada anak-anak (tes Binet, WISC, WPPSI, CPM, CFIT skala 1&2)
2.      Tes inteligensi pada remaja/dewasa (IST, WAIS, SPM, APM, CFIT skala 3)
3.      Tes inteligensi pada tuna rungu (SON)


               Macam-macam tes intelegensi yaitu :

IST (Intelligenz Struktur Test)
Berfungsi untuk memahami diri atau pengembangan pribadi, dan merencanakan pendidikan seseorang; terdiri dari 9 subtes yang didasarkan pada anggapan bahwa strutktur inteligensi tertentu cocok dengan pekerjaan ataupun pendidikan.

CFIT (Culture Fair Intelligence Test)
Berfungsi untuk mengukur intelegensi individu dalam cara yang direncanakan untuk mengurangi pengaruh percakapan verbal, iklim budaya, tingkat pendidikan.

STM (Standard Progresive Matrices)
Merupakan tes inteligensi yang dapat disajikan secara kelompok maupun individual. Materi tes ini berupa gambar dengan sebagian yang terpotong. Tugas subyek adalah mencari potongan yang cocok untuk gambar tersebut dari alternatif potongan-potongan yang sudah disediakan. Dari tes Raven tidak ditemukan IQ seseorang melainkan taraf inteligensi yang dibagi dalam grade 1 sampai grade V yang ditentukan berdasar persentil.

SB (Stanford Binet)
Berfungsi untuk mengukur kemampuan mental seseorang.
Alfred Binet menggambarkan inteligensi sebagai sesuatu yang fungsional, inteligensi menurut Binet atas tiga komponen yaitu kemampuan untuk mengarahkan pikiran atau tindakan, kemampuan untuk mengubah arah tindakan bila tindakan tersebut telah dilaksanakan dan kemampuan untuk mengkritik diri sendiri. Tes Binet yang digunakan di Indonesia saat ini adalah Stanford Binet Intelligence Scale Form L-M.

Weschler
Wechsler menyusun tes untuk anak umur 8 – 15 tahun, yaitu Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC) pada tahun 1949. Pada tahun 1963 dipublikasikan Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) untuk ank usia 4 – 6,5 tahun.
WPPSI: Verbal (Informasi, perbendaharaan kata, hitungan, persamaan, pengertian, rentangan angka), Performance (rumah hewan, melengkapi gambar, mazes, desain geometri, rancangan balok, rumah hewan ulangan).
WISC: Verbal (informasi, pengertian, hitungan, persamaan, perbendaharaan kata, rentangan angka), Performance (melengkapi gambar, mengatur gambar, rancangan balok, merakit obyek, simbol, mazes).
WAIS: Verbal (informasi, pengertian, hitungan, persamaan, rentangan angka, perbendaharaan kata), Performance (simbol angka, melengkapi gambar, rancangan balok, mengatur gambar, merakit obyek).

SON (Snijders Oomen Non-verbal Scale)
Snijders Oomen Non Verbal Scale (SON). Merupakan tes inteligensi yang non verbal digunakan untuk usia 3-16 tahun, normal dan tunarungu. SON dirancang sejak tahun 1939-1942, di Amsterdam dan kemudian dilakukan revisi-revisi.


Tes kemampuan kerja : 
Adalah tes Kreapelin merupakan hasil dari ciptaan Emilie Kraepelin dia adalah seorang Psikiater dari Jerman, adapun proses pembuatannya dari tahum 1856-1926. Alat ini dapat tercipta atas dasar pemikiran dari faktorfaktor yang merupakan kekhasan dari sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku.

Tes pauli :
Memiliki ciri antara lain seperti penjumlahan yang mengalir, angka ditulis satuan, hasil penjumlahan tidak dijumlahkan dengan angka berikutnya. Tujuan tes ini adalah mengetahui batas perbedaan kondisi individu, melihat prestasi dengan akurat, dan mengetahui sikap kerja terhadap prestasi.
M


Tes Non-Proyektif
Pada umumnya merupakan alat ukur kepribadian yang tidak menggunakan teknik proyektif, namun menggunakan bentuk inventory.

Jenis-jenis tes non-proyektif yang berbentuk dalam inventory antara lain:
           
- Sixteen PF (Sixteen Personality Factors Questionaire) disusun oleh Raymont B. Cattel. 16 PF mempunyai lima macam bentuk yaitu A, B, C, D, E, tes ini dapat dikenakan untuk mereka yang telah berusia 16 tahun ke atas. Bentuk A, B, C, D dirancang untuk mereka yang tingkat pendidikan dan atau kemampuan membacanya rendah.

- NSQ (Neurotic Scale Questionaire) yang disusun oleh Ivan H. Scheier dan R. B. Cattel. Yang diungkap dalam tes ini adalah kecenderungan neurotik dan tingkat neurotiknya.

- MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) disusun untuk mengungkap karakteristik umum dari abnormalitas/ketidakmampuan psikologis. Inventory ini terdiri dari 550 pernyataan afi rmative dengan pilihan respon benar, salah atau tidak dapat mengatakan, untuk individu berusia 16 tahun ke atas. Pernyataan item meliputi; kesehatan, simtom psikosomatis, gangguan neurologis. Gangguan motorik, seksual, religius, politik, sikap sosial, pendidikan, pekerjaan, keluarga dan perkawinan serta manifestasi perilaku neurotik atau psikotik seperti obsesif kompulsif, delusi, halusinasi, fobia, sadistic dan masochis.
           
- CAQ (Clinical Analysis Questionaire), tes ini layak digunakan untuk usia remaja sampai dengan dewasa dan akan menggambarkan kondisi klinis seseorang.
           
- SSCT (Sach Sentence Completion Test) merupakan tes yang dikembangkan oleh David Sach, item-itemnya berjumlah 60 berbentuk kalimat belum selesai dan harus diselesaikan oleh testee dan dari respon testee akan dapat diketahui adanya hambatan sosial dari individu dengan agents of relation-nya, yaitu kelompok/situasi yang memiliki relasi dengan kehidupan individu.
           
- PAPI (The Personality Preference Inventory) merupakan tes yang dibuat oleh Dr. Max Martin Kostick (1960-an). Tes ini merupakan pemeriksaan yang khusus berkaitan dengan kerja, serta tes ini berusaha untuk menjelaskan serta menjawab pertanyaan terkait permasalahan kepribadian inheren. Gaya bekerja seseorang dan melihat kemampuan seseorang dalam mengatasi dinamika dalam kelompok, terutama karyawan dalam perusahaan. PAPI memiliki dua bentuk tes, yakni PAPI-I (Ipsatif) yang terdiri dari 90 pernyataan, dan PAPI-N (Normatif) yang terdiri dari 126 pernyataan.
           
- NEO-PI-R (NEO-Personality Inventory Revised) merupakan sebuah alat ukur yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae dengan cara menggunakan kuisioner yang dirancang untuk mengukur Big Five Traits (OCEAN). NEO-PI-R terdiri dari 240 item dan bersifat cross cultural (sehingga mudah untuk direplikasikan), bertujuan untuk mengukur kecenderungan emosi, hubungan interpersonal, keterbukaan terhadap pengalaman baru, kecenderungan untuk tunduk pada orang lain, dan kemampuan individu dalam berorganisasi.
           
- DISC (Dominance, Influence, Steadiness, Complience) merupakan dibuat olehWilliam Moulton Marston, DISC pertama kali digunakan untuk kepentingan militer dan secara luas digunakan sebagai bagian dalam proses penerimaan tentara AS pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia II. Setelah keandalannya terbukti, kemudian DISC secara bertahap dipakai untuk kepentingan rekrutmen yang lebih umum. Manfaat DISC adalah memberikan pemahaman tentang diri seseorang terkait dengan kelebihan dan kekurangan dirinya (secara garis besar untuk memahami tipe kepribadian), perencanaan masa depan yang lebih baik, serta penempatan yang sesuai dengan keunikan seseorang.
           
- EPPS (Edward Personality Preference Schedule) merupakan tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki manusia. EPPS ini pada umumnya dikategorikan sebagai power-test, yaitu tes yang tidak dibatasi waktu dalam pengerjaannya.

- MBTI (Myers-Briggs Personality Type Indicator) merupakan tes yang dilakukanuntuk mengetahui tipe-tipe kepribadian seseorang dalam lingkungannya. Tes ini dikembangkan oleh Katherine Cook Brigss dan putrinya, Isabel Brigss Myers. Tes MBTI bertujuan secara khusus untuk mengklasifikasikan orang-orang menurut tipe-tipe kepribadian yang spesifik yang kini menjadi rujukan bagi berbagai organisasi dalam melakukan tes bagi pesertanya. Kuesioner ini didasarkan pada empat skala, yang menghasilkan enam belas kemungkinan kombinasi atau tipe-tipe kepribadian yang luas. MBTI bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan. Masing-masing memiliki sisi positif dan sisi negatif. Berikut skala kecenderungan MBTI, yaitu:

ekstrovert (E) vs introvert (I), sensing(S) vs intuition (I), thinking (T) vs feeling (F), dan judging (J) vs perceiving (P).


Tuesday, 5 April 2016

Psikodiagnostik

Hallo semua! 
Udah lama gak nulis disini lagi nih.
Semoga tulisan saya gak ngebosenin ya buat dibaca :)

Kali ini saya akan menulis tentang sejarah dan tes psikodiagnostik.
Kebetulan ini tugas dari mbak tyas juga, dosen saya yang paling baik heheh


Sebelumnya kita lihat dulu ya anak kucing yang cute ini!


Okay setelah kita melihat anak kucing yang cute ini :3 saya akan mulai membahas tentang sejarah psikodiagnostik.

Apa Sih Sejarah Psikodiagnostik Itu?
Penggunaan psikodiagnostik menurut sejarahnya memang telah digunakan dalam berbagai periode waktu. Hal ini dimulai tahun 2200 sebelum masehi di Cina sampai dengan penggunaan yang lebih modern yaitu pada abad 19.

Pada tahun 2200 SM, memang belum ada istilah psikodiagnostik untuk menjelaskan berbagai hal yang dilakukan untuk melakukan seleksi terhadap pegawai sipil kerajaan. Namun demikian proses seleksi untuk memilih pegawai negeri sipil, merupakan suatu penjelasan awal bahwa psikodiagnostik telah digunakan sejak bertahun-tahun yang lalu.
Menurut Dubois (1970 dalam Terlack) bahwa pada tahun 2200 sebelum masehi di Cina memiliki sebuah sistem ujian untuk memilih pegawai sipil. Ujian tersebut meliputi pengetahuan tentang ilmu klasik, masalah administrasi dan manajerial yang ingin dipecahkan. Disini seorang kandidat harus memecahkan masalah yang berbelit-belit dengan menggunakan pengetahuannya tentang ilmu klasik. Sedangkan untuk pegawai militer, selain hal-hal tersebut diatas juga diadakan ujian mengenai pengetahuan kemampuan bertempur dan membunuh lawan. Sementara itu, selain menguji pengetahuannya, kekaisaran Cina juga menguji kebugaran fisiknya, untuk memilih posisi yang penting.
Sementara itu pada jaman dinasti Han (200 SM dampai 200 M) ujian tulis digunakan pada seleksi bidang legislatif, militer, pertanian, perpajakan dan geografi. Sistem ujian telah disusun dan berisi aktivitas yang berbeda, seperti tinggal dalam sehari semalam dalam kabin untuk menulis artikel atau puisi, hanya 1 % sampai dengan 7 % yang diijinkan ikut ambil bagian pada ujian tahap kedua yang berakhir dalam tiga hari tiga malam. Kelompok yang tersisa ini menjadi semakin berkurang jumlahnya, karena 1 % sampai 10% akan menuju ibukota untuk mengikuti seleksi akhir. Jenis tes umum ini digunakan di Cina sampai awal abad 20.
Menurut Gregory (1992), seleksi ini keras namun dapat memilih orang yang mewakili karakter orang Cina yang kompleks. Sebagian dari sistem ini diadaptasi dari cara militer Perancis dan Inggris. Tugas-tugas militer yang berat cukup dapat dilakukan dengan baik oleh para pegawai yang diterima dalam seleksi fisik dan psikologi yang intensif selama ini, walaupun tidak ada penelitian psikologi yang secara empirik yang menyatakan bahwa prosedur seleksi ini valid.
Dan sampai abad ke 19, perkembangan psikodiagnostik berkembang secara signifikan dan modern.
Dalam sejarah singkat perkembangan tes psikologi pada abad 19.
Psikodiagnostik adalah sejarah utama dari tes psikologi atau yang juga disebut psikometri. Kini, tes psikologi berisi satu set model matematis dengan satu atau beberapa item pertanyaan terhadap subyek penelitian. Selain itu tes itu juga dapat menggolongkan manusia berdasarkan karakteristiknya.
Tokoh yang cukup berperan adalah Spearman dan Pearson. Mereka sangat tertarik pada pengukuran intelegensi dan berhasil menemukan perhitungan korelasi statistik.
Sementara Weber dan Fechner (1830) adalah penemu terbesar hukum-hukum psychophysical. Weber membandingkan hubungan matematis antara persepsi dengan obyek riil pada panjang, lebar, dan beratnya. Sedangkan Fechner melengkapinya dengan pengukuran persepsi subyektif. Tahun 1860 Fechner memformulasikan hipotesis tentang perbedaan persepsi. Selain itu dia juga mengembangkan teori analisis kesalahan pada tes intelegensi pada 1890-1960, yang kemudian juga dikembangkan Gulliksen dengan teori tes mentalnya.
Lord dan Novick juga merupakan tokoh yang melengkapi teori tes klasik. Bukunya berjudul “Statistical Theories on Mental”. Goldstein dan Wood juga mengkritik tes psikologi modern yang lebih kepada teori statistik bukan modelling.
Perkembangan selanjutnya dibuatlah suatu standar internasional yang dibuat di Amerika Serikat berjudul “Standards for Psychological and Educational Test” yang digunakan sampai sekarang. Kini tes psikologi semakin mudah, praktis, dan matematis dengan berbagai macam variasinya namun tanpa meninggalkan pedoman klasiknya.

Dalam perkembangannya kini :
Herman Rorschach adalah orang pertama mengenalkan psikodiagnostik untuk memenuhi kebutuhan klinis yang bertitik tolak pada kepentingan abnormalitas melalui ink blot test.

Diagnosis “arti sempit”: Suatu metode untuk menentukan gangguan-gangguan psikis pada individu dengan maksud untuk memberikan treatmen (perlakuan) yang tepat sesuai gangguan yang dialami.
Diagnosa: suatu ilmu pengetahuan untuk mengetahui, untuk mengenal hal-hal yang berhubungan dengan kejiwaan seseorang.
Prognosa: pengontrolan setelah dilakukan diagnosa, memprediksi, memberikan ramalan untuk masa yang akan datang.
Interview: untuk menentukan kecenderungan perilaku saat itu.
Tes : Diadakan dengan tujuan untuk mendiagnosis berbagai macam kemungkinan melalui tes-tes yang sesuai sehingga akan mendapat data/informasi mengenai potensi/gangguan client.

Kegunaan Psikodiagnostik:
  • klinis: untuk memeriksa, meneliti potensi pada klien (fokusnya pada usaha mendeteksi gangguan psikis). Di rumah sakit & pusat-pusat kesehatan mental.
  • legal setting (hukum): membantu proses peradilan agar supaya permasalahan psikologis yang dialami klien bisa menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Di peradilan, LP, tempat-tempat rehabilitasi.
  • educational, vocational selection: pemilihan jurusan, rekruitmen, pemilihan pekerjaan.
  • Research setting (penelitian): merupakan pengembangan termasuk up date alat2 penelitian. Di Perguruan Tinggi.

Tujuan Psikodiagnostik:
  1. Memperoleh informasi yang sebanyak-banyaknya; dalam aspek perkembangan intelektual, kepribadian, sosial, emosi. Dapat memahami kebutuhan individu secara optimal.
  2. Mengetahui kelemahan, keunggulan, agar kehidupannya dapat dimaksimalkan.
  3. Pemahaman terhadap individu merupakan sarana yang baik bagi keluarga untuk memberikan perlakuan yang tepat.
  4. Untuk penempatan pendidikan dan pekerjaan secara tepat.
  5. Untuk kepentingan bimbingan konseling.
  6. Sebagai bahan proses terapi bila dibutuhkan.

Kedudukan psikodiagnostik dalam psikologi:
  1. Psikologi differensial: membicarakan faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan individu dalam kelompoknya. (umur, lingkungan, pembawaan).
  2. Psikologi perkembangan: membicarakan rentang kehidupan manusia. (tes inteligensi).
  3. Psikologi industri: membantu dalam dalam rekruitmen, seleksi, placement.
  4. Penggunaan statistik: psikodiagnostik tidak berarti apa2 tanpa statistik.

PSIKODINAMIKA: (kumpulan anlalisis dari diagnosa).
  • Pemahaman mengenai dinamika kepribadian individu sangat diperlukan untuk menyusun sistematika dari hasil diagnostik yang telah dilakukan.
  • Kuat lemahnya ego yang dimiliki individu:→grafis
  • Kemampuan menyesuaikan diri dalam masyarakat. (BAUM, DAM, HTP)
Proses dalam psikodiagnostik:
1. Proses Informal: tanpa ada proses prosedural, tidak obyektif karena hanya mengandalkan impresi (pesan) sesaat, dan intuisi.
Jenis kesalahan:
1) Penilai:
  • desas-desus: menilai melalui omongan orang lain.
  • Hello efek: kesan muncul pada saat sikap yang tampak pada orang yang akan dinilai. (senyum/cemberut, dll).
  • Stereotype: berhubungan dengan unsure SARA →prasangka.
  • Ingin memberikan kesan sikap lunak dan penuh toleransi: akibatnya ketepatan penilaian menjadi berkurang.
  • Mood (suasana hati): suasana gembira / sedih menyebabkan ketidak tepatan oleh penilai.
  • Proyeksi: proses penilaian ini dilator belakangi oleh pengalaman sebelumnya.
2) Yang dinilai:
  • karakteristik kepribadian orang pendiam: penuh topeng, manipulatif
  • kecenderungan menampilkan kesan yang sebaik-baiknya, sikap pura-pura
3) Situasi lingkungan:
  • masalah waktu pelaksanaan yang tidak tepat
  • tempat pelaksanaan
  • fasilitas yang tersedia (alat tes)
  • polusi (suasana bisisng, udara berdebu)
2. Proses Formal: adalah segala kegiatan yang sistematis dan terarah dalam proses assessment (pengumpulan data) dengan kendali yang cukup ketat atas situasi assesmentnya sehingga diperoleh data yang obyektif.
A. Pendekatan klinis: penggaliannya melalui wawancara yang terstruktur, interview yang mendalam, observasi secara langsung, dokumen pribadi. Perlu juga diberikan tes proyektif berupa gambar. → untuk landasan program terapi.
B. Pendekatan obyektif: penggalian potensi individu menggunakan alat-alat pemeriksaan.
Metode dan Teknik Psikodiagnostik:
Dalam melakukan suatu diagnosa psikologis ada beberapa urutan kerja yang harus diperhatikan:
1. Mengumpulkan dan mendapatkan data
2. Menganalisis data.
3. Mengambil kesimpulan, meliputi deskripsi subjek beserta diagnosa dan prognosa.

Garis Besar Penggunaan Psikodiagnostik:
a. Observasi: (partisipan/non)
b. Pengumpulan bahan-bahan permainan (barang pribadi, puisi, gambar)
c. Riwayat hidup:
- auto anamnesa : dari dalam diri individu
- allo anamnesa : dari luar diri sendiri
d. Angket / kuesioner
e. Wawancara
f. Test

Klasifikasi/Pengelompokan Tes Psikologis
Tes ini sangat banyak jenisnya sehingga untuk mendapatkan orientasi yang baik mengenai tes perlu dilakukan klasifikasi. Untuk membuat klasifikasi tes ditinjau dari beberapa segi. Dilihat dari banyaknya subjek yang dites, bisa dibedakan atas :
  1. Tes individual adalah jenis tes yang hanya dapat melayani untuk seseorang individu saja dalam satu waktu.contohnya test WISC dan WAIS.
  2. Tes kelompok adalah tes yang dapat melayani sekelompok testi dalam suatu waktu. Tes kelompok ini lebih ekonomis jika dibandingkan dengan tes individual sebab dalam waktu singkat dapat diperoleh banyak individu yang dites contohnya adalah ulangan-ulangan yang diberikan oleh guru, tes standar progresif matriks dan sebagainya.
 Dari segi waktu yang disediakan dibedakan atas :
  1. Tes kecepatan (speed test) yaitu tes yang mengutamakan kecepatan waktu dalam mengerjakan tes atau waktu untuk mengerjakan tes sangat terbatas. Contoh jenis tes ini arithemitical reasoning, tes klerikal dan sebagainya.
  2. Tes kemampuan (power test) yaitu jenis tes yang dimaksudkan untuk mengetahui sampai dimana kemampuan seseoarng dalam mengerjakan tes. Soal waktu tidak dituntut terlalu ketat. Contoh jenis tes ini general comprehension test, tes SPM dan sebagainya.
Dari segi materi tes dibedakan atas :
  • Tes verbal adalah tes yang menggunakan bahasa (baik lisan maupun tulisan). Karena itu orang yang dites harus bias membaca dan menulis.
  • Tes non verbal adalah tes yang item-itemnya tidak terdiri dari bahasa,tetapi terdiri dari bahasa tetapi terdiri dari gambar-gambar,garis-garis dan sebagainya. Contoh jenis tes ini adalah tes CFIT, tes SPM, tes Army Beta dan sebagainya.

Dari segi aspek mental yang dites dibedakan atas :
  •     Tes kepribadian seperti tes Rorschah, wartegg dan sebagainya
  •     Tes intelegensi
  •     Tes bakat
  •     Tes prestasi belajar
Dari segi penciptanya :
  •     Tes Rorschah
  •     Tes Binet-simon
  •     Tes Wechsler
  •     Tes kraeppelin
  •     Tes kuder dan sebagainya


    Jenis-jenis Tes Psikologi
     1. Test WAIS (WSeeschler Intellegence Scale for Children)
      Merupakan test yang digunakan untuk mengukur intelegensi seseorang dengan rentang usia 16-74 tahun. Kegunaan yaitu untuk Mental Deterioration (MD) yang  mengalami penurunan perkembangan mental.
     2. Test CFIT (Culture Fair Intellegence Test)
      Digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Untuk membedakan tingkatan intelegensi, penetuan terapi yang benar serta program pendidikan sesuai karakter anak, dan hal-hal kepegawaian.
     3. Test DAT (Differntial Applitude Test)
      Test ini untuk mengukur bakat pada seseorang. Dapat membantu seseorang dalam membuat keputusan terhadap rencana-rencana baik kerja maupun sekolah, dapat pula untuk mendiagnosa masalah-masalah pendidikan pada anak.
     4. Test Kuder Preference Record Vocational
      Digunakan untuk mengukur minat seseorang sehingga bisa ditentukan kualifikasi jabatan yang sesuai dengan minat.
     5. Test Lee-Thorpe
      Merupakan test yang digunakan untuk membantu individu dalam inventori minat jabatannya.
     6. Test EPPS (Edward Personality Preference Schedule)
      Merupakan test yang digunakan untuk mengukur kepribadian seseorang.
     7. Test Standford Binet
      Merupakan test intelegensi yang sasaran utamanya adalah anak-anak dan balita. Dengan test ini, dapat diketahui usia mental seseorang, termauk juga untuk mengetahui indikasi kelainan mental dari tingkatan IQ yang rendah dan juga untuk mengetahui tingkat kemunduran mental yang dialami orang dewasa.

Sekian yang saya bisa tulis diblog ini, jika ada yang salah ataupun kurang baik tolong comment yaa :) 

Thursday, 9 October 2014

Apa Sih Integrasi Sosial itu? Coba Baca Dulu ...

Hallo semua..
Selamat pagi :)

Hari ini saya akan menulis postingan saya yang ke lima loh heheheh.
Sebelumnya maaf kalo ada postigan saya yang sulit di pahami :3


Kali ini saya akan membahas tentang integrasi sosial.
Pasti kalian semua sudah tau kan apa integrasi itu? integrasi itu adalah persatuan dari unsur-unsur religius atau kesukuan yang berlainan dalam satu masyarakat. Sehingga integrasi sosial itu bisa di simpulkan, suatu proses penyatuan antara dua unsur atau lebih yang mengakibatkan terciptanya suatu keinginan yang berjalan dengan baik dan benar.

Nah bagi kalian yang waktu SMA nya IPS pasti kalian sudah tau betul kan apa itu integrasi sosial.
Dan ternyata kalo menurut saya, masih banyak loh masyarakat indonesia khususnya masyarakat DKI Jakarta yang belum mengerti betul tentang arti dan tujuan dari integrasi sosial itu?
Seperti contoh nya: Kasus Ahok yang sekarang di lantik menjabat menjadi walikota DKI Jakarta menggantikan jokowi, banyak kalangan Muslim atau mereka yang mengatas namakan FPI(from pembela islam) menolak Ahok tidak boleh menjadi walikota di DKI Jakarta. Karna mereka berpendapat yang harus memimpin kota Jakarta itu harus orang Islam dan juga harus orang pribumi bukan orang cina yang ucapannya kasar.

Dari kasus itu aja kita sudah tau kan? Bahwa masih ada segelintir masyarakat di DKI Jakarta yang masih menyinggung soal SARA. Jadi apakah itu masih bisa di katakan kalo masyarakat DKI Jakarta itu sudah mengerti betul tentang integrasi sosial? Kalo menurut saya, belum. Karna sebagai kota yang masyarakatnya multikultural, warga Jakarta itu khsusnya "masyarakat pribumi" seharusnya bisa menerima siapapun pemimpinnya bukan malah menjadi SARA yang bisa terjadi perpecahan dan kegaduhan politik di kota Jakarta.

Menurut teori dari R. WILLIAM LIDLE. Tentang syarat berhasilnya terjadi integrasi sosial itu apa bila:
1) Sebagian besar anggota suatu masyarakat sepakat tentang batas-batas teritorial dari negara sebagai suatu kehidupan politik
2) sebagian besar anggota masyarakat tersebut bersepakatan mengenai struktur pemerintahan dan aturan-aturan dari proses-proses politik dan sosial yang berlaku bagi seluruh masyarakat di seluruh wilayah negara tersebut.

Nah oleh sebab itu, siapapun pemimpin kota Jakarta itu harus berfisat adil, jujur dan tidak enosentrisme atau primodialisme. Dan bagi masyarakat asli Jakarta juga harus menerimanya, dan bersepakatan mengenai struktur pemerintahan dan aturan-aturannya :)

Jadikanlah INTEGRASI SOSIAL itu sebagai persatuan yang kuat dalam masyarakat. Janganlah menjadikan sebuah pepecahan SARA. Karna satu musuh itu cukup banyak, namun seribu teman itu tidak akan pernah cukup.
Pegang teguh persatuan kita ke dalam NKRI.
Dan bersama-sama membangun kemajuan Indonesia dan kota Jakarta ke depan yang lebih baik lagi :) hehehe

Thursday, 2 October 2014

Apa Sih Harapan Dan Tujuan Itu?

Hallo semuanya, ketemu lagi dengan saya di postingan saya yang ke 4 ini :3

Semoga kalian gak bosen ya baca postingan blog saya ini heheh

Semua orang pasti slalu mempunyai harapan dan tujuan dalam hidupnya. Untuk mencapai kesuksesan, seseorang juga harus di tuntut berkerja keras dalam meraihnya. Namun bukan hanya sekedar itu aja loh, dalam mencapai sebuah kesuksesan itu harus di awali dengan harapan dan tujuan. Nah, apa sih harapan dan tujuan itu? Di sini saya akan membahas apa itu harapan dan tujuan yang harus kita miliki hehehe :)

Mencapai kesuksesan itu adalah harapan bagi kita semua. Ya, karna sebelum kita tau apa itu sukses? kita juga harus memiliki harapan itu sendiri, dengan adanya harapan itu sendiri kita pasti akan memiliki pandangan dan mimpi kita ke depan untuk sukses. Dan setelah adanya pandangan dan mimpi itu? kita juga harus memiliki tujuan kita itu sendiri. Karena dengan adanya tujuan itu sendiri, kita akan mempunyai target dalam mencapai kesuksesan itu sendiri. Tapi ingat loh, semua itu gak semudah yang kita pikir. Butuh doa dan kerja keras juga dalam meraihnya.

Harapan dan tujuan itu hanya sekedar perencanaan (planning) kita aja, tapi dengan adanya planning itu sendiri kita jadi bisa mempunyai gambaran, bagaimana kita kedepannya. :)

Nah, mulai dari sini kita sudah tau kan? Apa harapan dan tujuan itu sendiri. Harapan dan tujuan itu bisa di katakan sebuah planning kita untuk menuju kedepannya. Bukan hanya sekedar meraih kesuksesan aja, dalam hidup juga harus memiliki harapan sebagai doa dan tujuan sebagai cita-cita kita kedepannya.

Oke sekian ya postingan dari saya ini, semoga postingan saya bisa bermanfaat buat kalian hehehe :))



Thursday, 25 September 2014

Waktu Adalah Teman Menuju Kesuksesan

Hallo apa kabar semuanya? semoga kalian semua baik-baik aja ya heheh :3

Ini postingan ke tiga saya loh :)

Kali ini saya akan membahas tentang "Waktu Adalah Teman"
Kenapa sih waktu itu bisa dikatakan sebagai teman menuju kesuksesan? Iya, karna menurut saya kunci sukses awal kita itu adalah bagaimana cara kita mengatur waktu kita semaksimal mungkin. 
Kadang kita sering gak sadar loh, kalo kita udah membuang-buang waktu kita dengan sia-sia melakukan kegiatan yang gak berguna bahkan yang merugikan kita.

Contoh kecilnya aja ya? Semakin lama kita menunda pekerjaan, maka semakin lama pekerjaan itu gak selesai. Jika semakin lama pekerjaan kita gak selesai, maka semakin sulit kita akan menuju kesuksesan kita. Nah menurut kalian bagaimana? Apa sependapat dengan saya. 

Banyak loh, yang menjadikan waktu itu adalah musuh. Seperti contoh kecil tadi, kadang kita sering merasa "ahh cepet banget waktunya, jadi ribet kan. Gak bisa di lamain lagi apa di kumpulinnya" nah kalo menurut saya secara gak langsung dari kata-kata itu, kita tuh selalu menyalahkan waktu dan menjadikan waktu itu musuh kita. Padahal waktu itu gak salah, yang salah itu adalah kita kenapa kita selalu menunda dan gak bisa memanfaatkan waktu kita semaksimal mungkin.

Nah mulai dari sekaranglah kita harus merubah itu semua. jadikanlah waktu itu sebagai teman kita menuju sukses. Termasuk saya, saya juga bukan orang yang pintar dalam mengatur waktu. Saya juga sering mengeluh dan sering menunda-nunda tugas, menyalahkan waktu yang begitu cepat. Jadi ayo kita meraih sukses kita bersama-sama dengan waktu, jadikan waktu kita itu sebagai teman kita. Kesuksesan itu gak gampang loh sob di raih. Butuh waktu dan usaha keras juga untuk mencapainya :)


Kata-kata motivasi dari saya adalah.. "CURILAH IMPIAN MU DARI SEKECIL APA PELUANGMU" jadi sekali lagi jangan sia-sia kan waktumu ya hehehehe


Sunday, 14 September 2014

Indonesia Itu Bangsa Yang Hebat? Masa Sih? Nih Baca Deh



Hallo semuaa, ketemu lagi dengan saya di postingan kedua ini :3


Sejak dulu bangsa Indonesia itu adalah bangsa yang hebat, ngga percaya? nih buktinya. Salah satunya adalah seperti halnya yang dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Rakyat Indonesia sangat beradat dengan keragaman budayanya. Perbedaan suku, adat, ras , dan agama (SARA) kerap menjadi isue perpecahan bangsa. Pemantik api yang sangat mudah menyala bila kita sendiri tak mampu menjaganya.


Bhineka Tunggal Ika bukan sekedar semboyan dan pijakan burung Garuda lambang negara Indonesia. Lebih dari itu ia memiliki makna mendalam dalam mempersatukan bangsa yang harus benar-benar kita wujudkannya dalam pancasila. Bersatu, bersatu dan bersatu melalui tindak-tanduk kita sebagai bangsa yang beradat dan mempunyai nilai luhur yang tinggi. Kesatuan dan persatuan bangsa ini membuktikan bahwa perpedaan bukanlah hal yang bisa memecah belah bangsa ini, namun harus kita jadikan kekuatan untuk budaya bangsa yang saling gotong-royong.

Dengan pancasila menjadi dasar negara bangsa ini. 
Kelima sila yang terdapat pada pancasila, sila-sila tersebut menjabarkan tentang bagaimana sebenarnya Indonesia. Sila-sila yang terdapat di dalamnya merupakan pedoman bagi bangsa Indonesia untuk bertingkah laku atau bersikap, bahkan dari kelima sila yang terdapat dalam pancasila, para pemimpin dapat menjadikannya pertimbangan untuk mengambil kebijakan atau keputusan. Selain itu, di Indonesia pancasila dijadikan sebagai dasar pembuatan hukum sehingga pancasila sendiri disebut sebagai sumber dari segala sumber hukum. Dari penjelasan diatas, sudah seharusnya pancasila dijaga sebagai sesuatu yang sangat berharga dan menjadi filosofi bagi bangsa ini.

Identitas bangsa Indonesia pun tentu saja tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebagai warga negara dari bangsa ini, kita tentu tahu apa identitas kita yang membuat kita dikenal sebagai orang Indonesia. Indonesia sendiri termasuk negara yang sering dikunjungi oleh bangsa lain atau wisatawan asing. Apa yang menarik dari Indonesia sehingga orang-orang asing tersebut mau datang, singgah, bahkan menetap di Indonesia ? Indonesia terkenal akan slogan “gemah ripah loh jinawi”. Mungkin saja dimata mereka Indonesia merupakan negara yang ramah sehingga mereka merasa aman dan nyaman pergi ke Indonesia. Siapa yang tidak suka bila disambut dengan keramah-tamahan? Bangsa asing tentu saja menyukai keramahan kita dalam menyambut mereka, dimana hal itu berarti kedatangan mereka diterima di Indonesia. Keramahan yang dimiliki bangsa ini merupakan hal yang baik bahkan Indonesia pernah di katagorikan sebagai bangsa yang ramah di mata dunia.

Wow hebat yaahh? 

Bukan hanya itu aja, Kekayaan alam bangsa ini pun sudah membuat bangsa Indonesia hebat dimata dunia loh, tapi sebagai bangsa yang hebat? kita pun harus bisa mengelolanya juga, jangan sampai kekayaan alam bangsa ini di ambil oleh bangsa lain. 

Oke, dari pembahasan tadi kita sudah tau kan? kalo bangsa Indonesia itu adalah bangsa yang hebat dan bermartabat. Tergantung pada kita nya sendiri mau mengakuinya atau tidak :)