Kali ini saya akan membahas lagi tentang Psikodiagnostik..
Kebetulan ini adalah tugas juga dari dosen saya :)
Tes Intelegensi
Adalah
tes untuk mengetahui sejauh mana kemampuan umum seseorang untuk memperkirakan
apakah suatu pendidikan atau pelatihan tertentu dapat diberikan kepadanya.
Nilai tes intelegensi seringkali dikaitkan dengan umur dan menghasilkan IQ
untuk mengetahui bagaimana kedudukan relative orang yang tersebut dengan
kelompok orang sebayanya.
Beberapa bentuk tes
inteligeni antara lain:
1. Tes inteligensi pada anak-anak (tes Binet,
WISC, WPPSI, CPM, CFIT skala 1&2)
2. Tes inteligensi pada
remaja/dewasa (IST, WAIS, SPM, APM, CFIT skala 3)
3. Tes inteligensi pada tuna rungu
(SON)
Macam-macam tes intelegensi
yaitu :
IST (Intelligenz Struktur Test)
Berfungsi untuk memahami diri atau pengembangan pribadi, dan
merencanakan pendidikan seseorang; terdiri dari 9 subtes yang didasarkan pada
anggapan bahwa strutktur inteligensi tertentu cocok dengan pekerjaan ataupun
pendidikan.
CFIT (Culture Fair Intelligence Test)
Berfungsi untuk mengukur intelegensi individu dalam cara
yang direncanakan untuk mengurangi pengaruh percakapan verbal, iklim budaya,
tingkat pendidikan.
STM (Standard Progresive Matrices)
Merupakan tes inteligensi yang dapat disajikan secara
kelompok maupun individual. Materi tes ini berupa gambar dengan sebagian yang
terpotong. Tugas subyek adalah mencari potongan yang cocok untuk gambar
tersebut dari alternatif potongan-potongan yang sudah disediakan. Dari tes
Raven tidak ditemukan IQ seseorang melainkan taraf inteligensi yang dibagi
dalam grade 1 sampai grade V yang ditentukan berdasar persentil.
SB (Stanford Binet)
Berfungsi untuk mengukur kemampuan mental seseorang.
Alfred Binet menggambarkan inteligensi sebagai sesuatu yang
fungsional, inteligensi menurut Binet atas tiga komponen yaitu kemampuan untuk
mengarahkan pikiran atau tindakan, kemampuan untuk mengubah arah tindakan bila
tindakan tersebut telah dilaksanakan dan kemampuan untuk mengkritik diri sendiri.
Tes Binet yang digunakan di Indonesia saat ini adalah Stanford Binet Intelligence Scale Form L-M.
Weschler
Wechsler menyusun tes untuk anak umur 8 – 15 tahun, yaitu Wechsler Intelligence Scale for Children
(WISC) pada tahun 1949. Pada tahun 1963 dipublikasikan Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) untuk
ank usia 4 – 6,5 tahun.
WPPSI: Verbal (Informasi, perbendaharaan kata, hitungan,
persamaan, pengertian, rentangan angka), Performance (rumah hewan, melengkapi
gambar, mazes, desain geometri, rancangan balok, rumah hewan ulangan).
WISC: Verbal (informasi, pengertian, hitungan, persamaan,
perbendaharaan kata, rentangan angka), Performance (melengkapi gambar, mengatur
gambar, rancangan balok, merakit obyek, simbol, mazes).
WAIS: Verbal (informasi, pengertian, hitungan, persamaan,
rentangan angka, perbendaharaan kata), Performance (simbol angka, melengkapi
gambar, rancangan balok, mengatur gambar, merakit obyek).
SON (Snijders Oomen Non-verbal Scale)
Snijders Oomen Non
Verbal Scale (SON). Merupakan tes inteligensi yang non verbal digunakan
untuk usia 3-16 tahun, normal dan tunarungu. SON dirancang sejak tahun
1939-1942, di Amsterdam dan kemudian dilakukan revisi-revisi.
Tes kemampuan kerja :
Adalah tes Kreapelin
merupakan
hasil
dari
ciptaan
Emilie Kraepelin
dia
adalah
seorang
Psikiater
dari
Jerman,
adapun
proses
pembuatannya
dari
tahum
1856-1926. Alat
ini
dapat
tercipta
atas
dasar
pemikiran
dari
faktor
– faktor
yang merupakan
kekhasan
dari
sensori
sederhana,
sensori
motor, perseptual
dan
tingkah
laku.
Tes pauli :
Memiliki ciri antara lain seperti penjumlahan yang mengalir, angka ditulis satuan, hasil penjumlahan tidak dijumlahkan dengan angka berikutnya. Tujuan tes ini adalah mengetahui batas perbedaan kondisi individu, melihat prestasi dengan akurat, dan mengetahui sikap kerja terhadap prestasi.
M
Tes
Non-Proyektif
Pada
umumnya merupakan alat ukur kepribadian yang tidak menggunakan teknik
proyektif, namun menggunakan bentuk inventory.
Jenis-jenis
tes non-proyektif yang berbentuk dalam inventory antara lain:
-
Sixteen PF (Sixteen Personality Factors Questionaire)
disusun oleh Raymont B. Cattel. 16 PF mempunyai lima macam bentuk yaitu A, B,
C, D, E, tes ini dapat dikenakan untuk mereka yang telah berusia 16 tahun ke
atas. Bentuk A, B, C, D dirancang untuk mereka yang tingkat pendidikan dan atau
kemampuan membacanya rendah.
-
NSQ (Neurotic Scale Questionaire) yang disusun oleh Ivan
H. Scheier dan R. B. Cattel. Yang diungkap dalam tes ini adalah kecenderungan
neurotik dan tingkat neurotiknya.
-
MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory)
disusun untuk mengungkap karakteristik umum dari abnormalitas/ketidakmampuan
psikologis. Inventory ini terdiri dari 550 pernyataan afi rmative dengan
pilihan respon benar, salah atau tidak dapat mengatakan, untuk individu berusia
16 tahun ke atas. Pernyataan item meliputi; kesehatan, simtom psikosomatis,
gangguan neurologis. Gangguan motorik, seksual, religius, politik, sikap
sosial, pendidikan, pekerjaan, keluarga dan perkawinan serta manifestasi
perilaku neurotik atau psikotik seperti obsesif kompulsif, delusi, halusinasi,
fobia, sadistic dan masochis.
-
CAQ (Clinical Analysis Questionaire), tes ini layak
digunakan untuk usia remaja sampai dengan dewasa dan akan menggambarkan kondisi
klinis seseorang.
-
SSCT (Sach Sentence Completion Test) merupakan tes yang
dikembangkan oleh David Sach, item-itemnya berjumlah 60 berbentuk kalimat belum
selesai dan harus diselesaikan oleh testee dan dari respon testee akan dapat
diketahui adanya hambatan sosial dari individu dengan agents of relation-nya,
yaitu kelompok/situasi yang memiliki relasi dengan kehidupan individu.
-
PAPI (The Personality Preference Inventory) merupakan tes
yang dibuat oleh Dr. Max Martin Kostick (1960-an). Tes ini merupakan
pemeriksaan yang khusus berkaitan dengan kerja, serta tes ini berusaha untuk
menjelaskan serta menjawab pertanyaan terkait permasalahan kepribadian inheren.
Gaya bekerja seseorang dan melihat kemampuan seseorang dalam mengatasi dinamika
dalam kelompok, terutama karyawan dalam perusahaan. PAPI memiliki dua bentuk
tes, yakni PAPI-I (Ipsatif) yang terdiri dari 90 pernyataan, dan PAPI-N
(Normatif) yang terdiri dari 126 pernyataan.
-
NEO-PI-R (NEO-Personality Inventory Revised) merupakan
sebuah alat ukur yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae dengan cara
menggunakan kuisioner yang dirancang untuk mengukur Big Five Traits (OCEAN).
NEO-PI-R terdiri dari 240 item dan bersifat cross cultural (sehingga mudah
untuk direplikasikan), bertujuan untuk mengukur kecenderungan emosi, hubungan
interpersonal, keterbukaan terhadap pengalaman baru, kecenderungan untuk tunduk
pada orang lain, dan kemampuan individu dalam berorganisasi.
-
DISC (Dominance, Influence, Steadiness, Complience)
merupakan dibuat olehWilliam Moulton Marston, DISC pertama kali digunakan untuk
kepentingan militer dan secara luas digunakan sebagai bagian dalam proses
penerimaan tentara AS pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia II. Setelah
keandalannya terbukti, kemudian DISC secara bertahap dipakai untuk kepentingan
rekrutmen yang lebih umum. Manfaat DISC adalah memberikan pemahaman tentang
diri seseorang terkait dengan kelebihan dan kekurangan dirinya (secara garis
besar untuk memahami tipe kepribadian), perencanaan masa depan yang lebih baik,
serta penempatan yang sesuai dengan keunikan seseorang.
-
EPPS (Edward Personality Preference Schedule) merupakan tes
kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan
menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus
dimiliki manusia. EPPS ini pada umumnya dikategorikan sebagai power-test, yaitu
tes yang tidak dibatasi waktu dalam pengerjaannya.
-
MBTI (Myers-Briggs Personality Type Indicator)
merupakan tes yang dilakukanuntuk mengetahui tipe-tipe kepribadian seseorang
dalam lingkungannya. Tes ini dikembangkan oleh Katherine Cook Brigss dan
putrinya, Isabel Brigss Myers. Tes MBTI bertujuan secara khusus untuk
mengklasifikasikan orang-orang menurut tipe-tipe kepribadian yang spesifik yang
kini menjadi rujukan bagi berbagai organisasi dalam melakukan tes bagi
pesertanya. Kuesioner ini didasarkan pada empat skala, yang menghasilkan enam
belas kemungkinan kombinasi atau tipe-tipe kepribadian yang luas. MBTI
bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan. Masing-masing
memiliki sisi positif dan sisi negatif. Berikut skala kecenderungan MBTI,
yaitu:
ekstrovert (E) vs
introvert (I), sensing(S) vs intuition (I), thinking (T) vs feeling (F), dan
judging (J) vs perceiving (P).

No comments:
Post a Comment